Tentang Kami/ About Us

Tenaga Ahli

Klinik Terapi dan Sekolah Khusus “Anak Mandiri” memiliki komitmen penuh untuk menyediakan layanan terapi dan sekolah khusus yang dapat dipertanggungjawabkan.  Untuk evaluasi perkembangan anak dan menjaga kompetensi staff, kami didukung oleh konsultan sesuai dengan bidangnya;

  • Sekolah Khusus: Atikah Haira Bagawan, B.Sc Ed.  Tamat dari NMSU, USA.
  • Terapi Wicara: Yulidar, ATW, MPd.  Tamat dari Akademi Terapi Wicara Jakarta & UNJ Jakarta.
  • Motorik: Fauzi, OT.   Tamat dari Politehnik Kesehatan Solo.

Klinik Terapi

Klinik Terapi “anak mandiri” berdiri sejak tahun 1999 dan hadir untuk membantu mewujudkan kebutuhan penanganan terapi anak-anak berkebutuhan khusus pada usia dini.

Visi dan Misi

Meningkatkan kwalitas hidup anak berkebutuhan khusus dalam hal kemandirian dan mampu hidup berdampingan dengan lingkungan sekitarnya secara wajar.

Nilai-Nilai

Menjunjung tinggi hak setiap anak, mengingat:

  • Setiap anak memiliki hak atas pendidikan, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus.
  • Bekerja berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak dengan meningkatkan kelebihan yang dimilikinya dan meminimalkan kekurangan yang ada padanya.
  • Berlatih kemandirian dan mengasah bakat diharapkan akan mampu mengurangi ketergantungan hidup anak berkebutuhan khusus dimasa depan.
  • Program terapi menyentuh hampir semua spektrum yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus termasuk untuk membantu mengatasi kesulitan dalam proses belajar.

Pasien Klinik Terapi “Anak Mandiri”

Anak-anak Berkebutuhan khusus yang berusia 2-15 tahun, terlebih dahulu mengikuti tes, wawancara dengan orangtua, dan assesment yang dilaksanakan oleh tim profesional sekolah khusus “Anak Mandiri”.

Sumber Daya Manusia

  • Tamatan Akademi Terapi Wicara: Khusus menangani Terapi Wicara pada anak.
  • Tamatan “Okupasi Terapi & Fisioterapi”: Khusus menangani terapi yang berhubungan dengan motorik.
  • Tamatan Sarjana Psikologi: Khusus menangani Terapi Prilaku.
  • Tamatan Sarjana Pendidikan: Khusus menangani Terapi Akademik (gangguan belajar).
  • Konsultan Terapi Wicara & Okupasi Terapi: Dari Jakarta yang datang berkala untuk observasi terpadu, Assessment, Evaluasi, dan membuat program Terapi.
  • Pelatih kegiatan ekstra kulikuler; sebagai kegiatan untuk menggali bakat dan potensi anak terdiri dari pelatih musik, pelatih tari, guru lukis, komputer dan olah raga.
  • Tenaga staf penunjang; sebagai penunjang kelancaran kegiatan sehari-hari terdiri dari administrasi, kasir, supir, keamanan, dan kebersihan.

20170316_175246

Proses terapi

  • Terapi dilakukan per-jam; Senin – Jumat, jam 8:00 pagi – 16:00 sore dan Sabtu, jam 08:00 pagi – 12:00.
  • Sistem terapi dilakukan one-on-one berdasarkan jenis terapi yang diperlukan anak yang ditentukan pada saat assessment awal.
  • Program terapi harus di evaluasi secara berkala oleh tenaga konsultan.

Fasilitas

  • Alat terapi disiapkan khusus untuk membantu meningkatkan proses terapi.
  • Tersedia ruangan-ruangan khusus yang terdiri dari: ruang terapi sensory integrasi, ruang terapi wicara, ruang terapi remedial dan ruang terapi perilaku..
  • Parent Support, untuk menambah wawasan orangtua dan sarana untuk sharing.
  • Perlengkapan alat-alat untuk ektra-kurikuler: angklung, perkusi, band, art, craft dan
  • Sarana audio visual sebagai alat bantu belajar.

 

 

Sekolah Khusus

Sekolah khusus “anak mandiri” hadir sejak 1999, dan diresmikan Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak RI, Dra. Linda Amalia Gumelar pada tahun 2010, untuk membantu mewujudkan kebutuhan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang mulai memasuki usia sekolah.

Sekolah khusus “anak mandiri” hadir sejak 1999 untuk membantu mewujudkan kebutuhan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang mulai memasuki usia sekolah.

Nilai-Nilai

Menjunjung tinggi hak setiap anak, mengingat:

  • Setiap anak memiliki hak atas pendidikan, tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus.
  • Bekerja berdasarkan kemampuan dan kebutuhan anak dengan meningkatkan kelebihan yang dimilikinya dan meminimalkan kekurangan yang ada padanya.
  • Berlatih kemandirian dan mengasah bakat diharapkan akan mampu mengurangi ketergantungan hidup anak berkebutuhan khusus dimasa depan.
  • Kurikulum yang menyentuh hampir semua spektrum yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus untuk membantu mengatasi kesulitan dalam proses belajar.

Siswa-siswi Sekolah Khusus “Anak Mandiri”

Anak-anak Berkebutuhan khusus yang berusia 5-15 tahun, yang sudah menjalani proses terapi atau sedang menjalani terapi; terlebih dahulu mengikuti tes, wawancara dengan orangtua, dan assesment yang dilaksanakan oleh tim profesional sekolah khusus “Anak Mandiri”.

Sumber Daya Manusia

  • Guru; sebagai tenaga pengajar dengan latar belakang pendidikan khusus yang berpengalaman dan dilatih khusus.
  • Pelatih kegiatan ekstra kulikuler; sebagai kegiatan untuk menggali bakat dan potensi anak terdiri dari pelatih musik, pelatih tari, guru lukis, komputer dan olah raga.
  • Para professional; sebagai pelaksana assesment dan evaluasi terdiri dari psikolog, pedagog, occupational theraphy, fisio therapy, terapi wicara.
  • Tenaga staf penunjang; sebagai penunjang kelancaran kegiatan sehari-hari terdiri dari administrasi, kasir, supir, keamanan, dan kebersihan.

20170316_174354

Proses belajar

  • Jam belajar 7 jam/hari; Senin – Jumat, jam 8.00 pagi – 15.00 sore.
  • Sistem belajar klasikal dengan 10-12 siswa per kelas dan 3 orang guru.
  • Menggunakan Kurikulum Individual sebagai acuan belajar bagi setiap siswa, disamping kurikulum umum yang disesuaikan.
  • Melaksanakan program pembelajaran sosialisasi dengan mengunjungi langsung tempat-tempat umum secara berkala.
  • Kelas dikelompokkan menjadi dua, yaitu: kelas kemandirian dan kelas transisi bagi siswa yang memiliki kemampuan untuk diintegrasikan ke sekolah inklusi/umum.
  • Kegiatan ekstra kurikuler: melukis, musik, menari, komputer dan olahraga dilaksanakan setiap minggu disesuaikan dengan potensi dan kemampuan anak.
  • Area pembelajaran mencakup berbagai aspek: motorik, akademik, komunikasi, emosi, kemandirian, dan sosialisasi.

 

Fasilitas

  • Media belajar dirancang khusus untuk membantu meningkatkan pemahaman.
  • Tersedia ruangan-ruangan khusus yang terdiri dari:  ruangan belajar kelas transisi, ruangan belajar kelas kemandirian, ruangan bina diri, ruang music, dapur, toilet khusus, ruang tunggu, pos keamanan, kantor, ruang komputer, hall, ruang motorik.
  • Parent Support, untuk menambah wawasan orangtua dan sarana untuk sharing.
  • Perlengkapan alat-alat untuk ektra-kurikuler: angklung, perkusi, band, art, craft dan komputer.
  • Sarana audio visual sebagai alat bantu belajar.
  • Lay out sekolah yang khusus di bangun sesuai kebutuhan.
  • Klinik terapi sebagai bagian dari sekolah khusus “anak mandiri”membantu proses terapi wicara secara intensif